Jumat, 18 Januari 2013

Tolak Ukur Keberhasilan Koperasi



2EA23
Arie Baskoro                           11211091
Fredo Verdyananto                  12211960
Erindah Sari Siregar                18211669
Hartini Anggara Kasih            13211250
Maulina Nurvianti                   14211365  



Kriteria Keberhasilan Koperasi
Menurut tokoh koperasi Ibnoe Soedjono, untuk memahami apa yang disebut kemampuan koperasi, kita perlu menggunakan tolak ukur keberhasilan koperasi secara mikro. Keberhasilan koperasi dapat didekati dari dua sudut, yaitu sudut perusahaan dan sudut efek koperasi.

Pendekatan dari sudut perusahaan:
1.    Peningkatan anggota perorangan. Pada dasarnya lebih penting jumlah anggota perorangan daripada jumlah koperasi, karena sebagai kumpulan orang kekuatan ekonomi bersumber dari anggota perorangan. Ada dua faktor keanggotaan yang perlu diperhatikan, yaitu kemampuan ekonomi dan tingkat kecerdasan anggota. Kemampuan ekonomi anggota penting karena dapat digerakkan untuk menyusun investasi, sedangkan kecerdasan anggota sangat menentukan mutu manajemen yang sifatnya partisipatori dalam rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi dengan satu anggota satu suara.
2.    Peningkatan modal, terutama yang berasal dari koperasi sendiri. Jumlah modal dari dalam dapat digunakan sebagai salah satu indikator utama dari kemandirian koperasi. Semakin besar modal dari dalam berarti kemandirian koperasi tersebut semakin tinggi. Indikator kemandirian yang lain adalah keberanian manajemen untuk mengambil keputusan sendiri.
3.    Peningkatan volume usaha. Volume usaha berkaitan dengan skala ekonomi, semakin besar volume usaha suatu koperasi berarti semakin besar potensinya sebagai perusahaan, sehingga dapat memberikan pelayanan dan jasa yang lebih baik kepada para anggota. Sejalan dengan identitas koperasi yang menyatakan bahwa anggota dan pelanggan adalah orang yang sama, maka volume usaha terutama harus berasal dari jasa anggota. Loyalitas dan partisipasi aktif anggota sangat menentukan besarnya volume usaha koperasi khususnya yang berasal dari anggota.
4.    Peningkatan pelayanan kepada anggota dan masyarakat. Berbeda dengan unsur yang lain, pelayanan ini sukar dihitung secara kuantitatif. Anggota dapat merasakan efeknya dengan membandingkan sebelum dan sesudah ada koperasi. Bentuk pelayanan dapat bermacam-macam, misalnya: pendidikan, kesehatan, beasiswa, sumbangan, pelayanan usaha yang cepat dan efisien, dan sebagainya.

Pendekatan dari sudut efek koperasi
1.    Produktivitas artinya koperasi dengan seluruh hasil kegiatannya dapat memenuhi seluruh kewajiban yang harus dibayarnya, seperti: biaya perusahaan, kewajiban kepada anggota, dan sebagainya.
2.    Efektivitas dalam arti mampu memenuhi kewajiban-kewajiban terhadap anggota-anggotanya.
3.    Adil dalam melayani anggota-anggota, tanpa melakukan diskriminasi.
4.    Mantap dalam arti bahwa koperasi begitu efektif sehingga anggota-anggota tidak ada alasan untuk meninggalkan koperasi guna mencari alternatif pelayanan di tempat lain yang dianggap lebih baik.

Ibnoe Soedjono juga menambahkan bahwa di Indonesia ada ukuran keberhasilan lain yang perlu digunakan secara makro, sebagai akibat dari peranan koperasi dalam melayani masyarakat dan sebagai alat kebijaksanaan pembangunan pemerintah. Ukuran keberhasilan ini seringkali didasarkan pada penilaian pemerintah terhadap pencapaian target yang sudah ditetapkan. Dalam hal dimana koperasi melaksanakan program-program pemerintah, maka seharusnya pemerintah menetapkan target-target yang ingin dicapai yang seharusnya sama atau tidak bertentangan dengan target yang diinginkan koperasi, sehingga keduanya dapat dipadukan. Dengan demikian kepuasan anggota sebagai tolok ukur keberhasilan koperasi tetap bisa digunakan sebab apa pun yang telah dicapai koperasi, keberhasilan koperasi harus diukur dari pendapat anggota-anggotanya, apakah mereka puas atau tidak atas kinerja koperasinya. Dengan berpedoman pada manajemen koperasi dimana rapat anggota mempunyai kekuasaan tertinggi, maka pengurus koperasi harus berhasil dalam menjalankan kegiatan operasionalnya sehingga anggota bisa merasa puas atas kinerja koperasinya.

Kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dihasilkan koperasi sebagai sistem terbuka pada hakikatnya dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor ekstern sebagai berikut:
1.    Iklim yang baik di bidang ekonomi, politik, dan hukum yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan koperasi, seperti: kebijakan ekonomi yang membantu dan melindungi kegiatan rakyat kecil, kemampuan politik untuk membantu dan mengembangkan koperasi, dan peraturan perundang-undangan yang melindungi dan memantapkan peranan koperasi.
2.    Kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk mendukung koperasi, seperti: kebijakan di bidang produksi, perdagangan, perkreditan, perpajakan, dan sebagainya.
3.    Sistem prasarana yang dapat melancarkan perkembangan koperasi, seperti: pelayanan birokrasi, pendidikan, penyuluhan, sarana perhubungan dan pengangkutan, perkreditan, dan sebagainya.
4.    Kondisi lingkungan setempat yang memungkinkan untuk perkembangan koperasi, seperti: semangat gotong-royong, tidak ada kekuatan monopolis, dan tidak ada persaingan yang tidak seimbang.
Menurut M.G. Suwarni Dosen FE Universitas Janabadra Yogyakarta, keberhasilan koperasi dalam melaksanakan perannya sebagai tiang perekonomian bangsa , dengan hirarki kedudukan koperasi sebagai badan usaha, sebagai gerakan ekonomi, maupun sebagai sistem ekonomi memerlukan tolok ukur minimal (Nugroho SBM, 1996).

Tolak Ukur Keberhasilan Koperasi Sebagai Badan Usaha
1.    Jenis anggota, jumlah anggota, dan jumlah anggota yang aktif serta benar-benar ikut memiliki koperasi (jumlah anggota yang berkualitas.
2.    Jumlah simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela, serta kesadaran anggota untuk membayarnya. Simpanan-simpanan tersebut merupakan komponen modal sendiri bagi koperasi.
3.    Besarnya SHU dan distribusi SHU kepada anggota. Semakin adil pendistribusian SHU kepada anggota berarti koperasi tersebut semakin berhasil.
4.    Besarnya modal, asal modal, dan jenis pemilik modal. Koperasi yang memiliki modal besar tetapi jumlah anggotanya sedikit bisa dibilang bukan koperasi.

Tolak Ukur Keberhasilan Koperasi Sebagai Gerakan Ekonomi
1.    Jasa pelayanan yang diberikan koperasi, sehingga usaha koperasi lebih maju.
2.    Peningkatan kondisi sosial ekonomi anggota koperasi.


Tolak Ukur Keberhasilan Koperasi Sebagai Sistem Ekonomi
1.      Kerja sama yang baik dengan organisasi-organisasi lain, tanpa persaingan dalam melaksanakan usahanya.
2.      Koperasi semakin dapat dipercaya, tanpa harus dikendalikan secara ketat oleh pemerintah.
3.      Peningkatan peran serta koperasi sejajar dengan BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta dalam kebijakan-kebijakan, termasuk kepemilikan saham BUMN dan perusahaan swasta oleh koperasi.

Selanjutnya M.G. Suwarni menyatakan bahwa koperasi bisa berkembang apabila koperasitersebut baik dan sehat. Koperasi dikatakan baik apabila di dalam koperasi tersebut tidak terjadi penyimpangan yang fatal, tidak ada monopoli kekuasaan lain selain rapat anggota, dan semua unsur organisasi koperasi memberi dukungan terhadap pelaksanaan program kerja/keputusan yang telah disepakati. Sedangkan tingkat kesehatan koperasi diukur dari kesehatan organisasinya, kesehatan mentalnya, dan kesehatan usahanya.
Oleh Triwitarsih(12 Agustus 2009)

Organisasi koperasi dikatakan sehat apabila kesadaran anggota koperasi tinggi, AD/ART dilaksanakan, rapat anggota/pengurus/badan pengawas dapat berfungsi secara optimal. Kesehatan mental koperasi dapat dilihat dari besarnya tanggung jawab rapat anggota/pengurus/badan pengawas, pengelolaan koperasi berdasarkan kemanusiaan/kekeluargaan, keterbukaan, kejujuran, dan keadilan, program-program pendidikan koperasi dilaksanakan secara rutin, konflik-konflik disfungsional dapat diatasi, serta koperasi dapat hidup mandiri. Usaha koperasi sehat apabila pengelolaanya didasarkan atas azas dan sendi dasar koperasi, berjalan secara rutin, RAT dilaksanakan secara rutin, setiap RAT dibagikan SHU secara adil, memberikan pelayan yang baik, dan usaha yang semakin meningkat.



Beberapa contoh koperasi induk :
  • KIPPLN (Koperasi Induk Pegawai PLN) deklarasikan pada tanggal 27 Juli 2007 berdsarkan hasil Rapat Kerja & Kesepakatan Kerja Kelompok Pengurus Koperasi Pegawai Unit PLN Se-Indonesia.KIPPLN Berbentuk Badan Usaha Koperasi Induk Pegawai beranggotakan Koperasi Pegawai PLN di seluruh Indonesia yang sudah berbadan hukum dengan personal pengurus yang berasal dari anggota. Strategi usaha jangka Pendek : Mengembangkan Usaha LED & LHE, Rental Mesin Pembangkit (HSD dan MFO), PLTU skala menengah, PLTMH, PLTS, Rumah Sakit Rujukan, Apartemen dan Hotel/Wisma/Guest House, Jasa Traveling & EO serta Rental Gedung Kantor.

  • Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP) adalah koperasi sekunder tingkat nasional yang beranggotakan koperasi simpan pinjam / koperasi yang memiliki unit usaha simpan pinjam. IKSP bergerak dalam bidang pembiayaan, pembinaan manajemen dan pengembangan usaha. IKSP didirikan oleh sembilan koperasi tanggal 5 September 1997. Saat ini anggota IKSP sudah mencapai   48 koperasi di seluruh Indonesia dan telah melayani lebih dari 400 koperasi primer dan sekunder di Indonesia. Kenggotaan IKSP bersikap terbuka. Tidak hanya dari koperasi simpan pinjam saja, melainkan juga semua koperasi yang memliki unit usaha simpan pinjam di seluruh Indonesia.


http://fani4.wordpress.com/2011/12/17/koperasi-induk 
http://rizqiputriariani.blogspot.com/2012/01/kriteria-keberhasilan-koperasi.html

Minggu, 21 Oktober 2012

Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian koperasi menurut para ahli :

1. Dr. Fay ( 1980 )

Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan dari sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi.

2. R.M Margono Djojohadikoesoemo

Koperasi adalah perkumpulan manusia seorang-seoarang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.

3. Prof. R.S. Soeriaatmadja

Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nir laba atau dasar biaya.

4. Paul Hubert Casselman

Koperasi adalah suatu sistem, ekonomi yang mengandung unsur sosial.

5. Margaret Digby

Koperasi adalah kerja sama dan siap untuk menolong.

6. Dr. G Mladenata

Koperasi adalah terdiri atas produsen-produsen kecil yang tergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama dengan saling tukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko bersama dengan mengerjakan sumber-sumber yang disumbangkan oleh anggota.


Sumber: http://sahabatsekampung.blogspot.com

Kamis, 21 Juni 2012

Daily Activities

daily activities. My activities are generally the same day as other students. like waking up and getting ready to go to college. but there are a few different things, for example, do the work at night, learning from 7 to 8. I only watch television in the evening but if tomorrow there is no activity or holiday. I will make time to watch television to find out the news just out there or watching an event that could make me laugh. Sometimes I also play with friends. when returning to college, I like talking with both my brother and my mother. many are we talking about. just about school and college. not much I do, but it was fun. because every day I am going through with the people I care about.

Jumat, 08 Juni 2012

Pengertian dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan


1. Pengertian
Sebelum membahas materi analisis atas laporan keuangan, terlebih dahulu harus dipahami substansi dari laporan keuangan itu sendiri, dan bagaimana hubungan atar kelompok/pos yang ada yang merupakan bagian dari laporan keuangan tersebut.
            Laporan keuangan kopersi dapat menyediakan informasi yang berguna bagi pemakai utama dan pemakai lainnya untuk :
1)      Menilai pertanggungjawaban pengurus
2)      Menilai prestasi/kinerja keuangan koperasi selama satu periode tertentu
3)      Menilai manfaat yang diberikan koperasi kepada anggotanya
4)      Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah sumber daya, karya dan jasa yang akan diberikan kepada koperasi.

Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi terutama yang berkaitan dengan (a) sumberdaya ekonomis yang dimiliki koperasi, (b) kewajiban yang harus dipenuhi koperasi, (c) kekayaan bersih yang dimiliki oleh anggota, dan koperasi itu sendiri, (d) transaksi, kejadian, dan keadaan yang terjadi dalam suatu periode yang mengubah sumberdaya ekonomi, kewajiban dan kekayaan bersih koperasi,      serta (e) sumber dan penggunaan dana, dan informasi lain yang mungkin mempengaruhi likuiditas dan solvabilitas koperasi.
Laporan Keuangan Credit Union (LKSB) merupakan informasi bagi anggota khususnya, pihak lain dan masyarakat umumnya, melalui proses pembandingan, evaluasi dan analisa keuangan sehingga dapat diprediksi tentang apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Analisa Laporan Keuangan adalah suatu proses yang penuh pertimbangan dalam membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, tujuan utamanya, menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja CU di masa yang akan datang.
Analisis Laporan Keuangan adalah aplikasi dari berbagai alat dan teknik analisis pada laporan dan data keuangan untuk memperoleh ukuran – ukuran dan hubungan – hubungan yang berarti dan berguna dalam proses pengambilan keputusan. Analisa Laporan Keuangan mengkonversi data-data menjadi informasi.
Laporan keuangan koperasi sebagai bagian dari sistem pelaporan keuangan, memiliki karakteristik sebagai berikut :
1)      Laporan keuangan merupakan bagian dari pertanggungjawaban pengurus kepada para anggotanya di dalam RAT.
2)      Laporan keuangan biasanya meliputi neraca/laporan posisi keuangan, laporan laba rugi (perhitungan hasil usaha), dan laporan arus kas yang penyajiannya dilakukan secara komparatif.
3)      Sesuai dengan posisi koperasi sebagai bagian dari sistem jaringan koperasi, maka beberapa pos/istilah yang sama akan muncul, baik pada kelompok aktiva maupun kewajiban/kekayaan bersih.

NERACA
AKTIVA :

Aktiva Lancar :
-Kas dan bank
-Simpanan jangka pendek
-Piutang usaha :
   - Anggota
   - Bukan Anggota
-Penyisihan piutang tak tertagih
-Piutang lain-lain
-Persediaan
-Pendapatan masih harus diterima
-biaya dibayar dimuka
         Jumlah Aktiva Lancar

Investasi Jangka Panjang :
-Simpanan pokok pada koperasi
-Simpanan pokok pada koperasi masih harus disetor
         Simpanan pokok telah disetor
-Simpanan wajib pada koperasi
-Simpanan wajib pada koperasi masih harus disetor
         Simpanan wajib telah disetor
-Simpanan khusus
-Investasi pada badan usaha bukan koperasi
         Jumlah investasi jangka panjang

Aktiva Tetap :
-Tanah/Hak atas tanah
-Gedung/bangunan
-Mesin
-Kendaraan
-Peralatan
-Akumulasi Penyusutan
         Jumlah Ativa tetap

Aktiva Lain-lain :
-Aktiva dititipkan
  - Dana Pengembangan
  - Dana over price
         Jumlah dana dititipkan

Aktiva Titipan :
-Dana Pengembangan
-Dana over price
         Jumlah dana titipan
Kewajiban Titipan :
-Dana Pengembangan
-Dana over price
          Jumlah kewajiban titipan

          Jumlah Aktiva
KEWAJIBAN DAN KEKAYAAN BERSIH :

Kewajiban Lancar :
-Hutang usaha :
  - Anggota
  - Bukan Anggota
-Hutang kepada Bank
-Hutang pajak penghasilan
-Biaya yang masih harus dibayar
-Pendapatan diterima dimuka
-Dana-dana pembagian SHU
-Simpanan sukarela anggota
-Simpanan sukarela bukan anggota
         Jumlah Kewajiban Lancar

Kewajiban Jangka Panjang :
-Hutang :
  - Anggota
  - Bukan Anggota
-Bank
-lain-lain
         Jumlah Kewajiban jangka panjang

Kekayaan Bersih :
-Simpanan pokok
-Simpanan pokok belum disetor
         Simpanan pokok disetor
-Simpanan wajib
-Simpanan wajib belum disetor
         Simpanan wajib disetor
-Donasi
-Selisih penilaian kembali aktiva tetap (+/-)
Cadangan Koperasi
SHU yang belum dibagi
         Jumlah Kekayaan Bersih

















         Jumlah Kewajiban dan kekayaan Bersih

2. Fungsi Analisa Laporan Keuangan
Analisa Laporan Keuangan berfungsi sebagai :
  • Sebagai alat saringan (screening) awal dalam memilih alternatif untuk berinvestasi.
  • Sebagai alat prediksi (forecasting) mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa yang akan datang.
  • Sebagai proses diagnosis terhadap masalah – masalah manajemen, operasional atau masalah lainnya (alat evaluasi manajemen).
Analisis hubungan antara suatu angka dengan angka lain dalam analisis laporan keuangan, dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut ;
  • Antara pos – pos yang terdapat dalam laporan keuangan untuk periode yang sama;
  • Antara pos – pos yang terdapat dalam laporan keuangan dengan pos – pos yang sama pada
    laporan keuangan sebelumnya;
  • Antara pos – pos yang terdapat pada laporan keuangan yang sama dalam CU lain.
Kantor akuntan publik menggunakan audit keuangan atau audit laporan keuangan. Tujuan akhirnya mengetahui bagaimana keuangan suatu perusahaan/organisasi, dsb.

3. Analisis Laporan Keuangan

2.1. Metode dan Teknik Analisis
            Secara umum, metode analisis laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu
Metode Analisis Horizontal (Dinamis), yaitu metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya.

2.2. Analisis Rasio.
            Rasio-rasio keuangan pada dasarnya dihitung dengan membandingkan angka-angka di dalam atau antara Neraca dan Laporan Laba/Rugi (Perhitungan Hasil usaha). Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Analisis Rasio dapat menjelaskan atau memberikan gambaran  mengenai baik atau buruknya/naik atau turunnya posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan/koperasi, terutama bila angka rasio tersebut dibandingkan dengan rasio pembanding yang digunakan sebagai patokan normatifnya.
Sebagai bahan ilustrasi, dimisalkan dua koperasi mempunyai data sebagai berikut :
                                                            Koperasi A                              Koperasi B
Kas                                          Rp 10.000.000,oo                   Rp 5.000.000,oo
Utang Lancar                          Rp 10.000.000,oo                   Rp 2.500.000,oo
2.2.1. Rasio Likuiditas
            Rasio Likuiditas mengukur kemampuan perusahaan/koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (utang lancar) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimilikinya. Rasio yang sering digunakan adalah (a) Current Ratio (Rasio Lancar), dan (b) Quick/Acid Ratio yaitu sebagai berikut :
·         Current Ratio = Aktiva Lancar  ¸  Utang Lancar
Aktiva lancar menggambarkan alat bayar, dan asumsikan bahwa semu aktiva lancar benar-benar dapat digunakan untuk membayar. Sementara itu, utang lancar menggambarkan kewajiban yang harus segera dilunasi/dibayar.
·         Quick ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan)  ¸  Utang Lancar

Adapun keempat rasio tersebut dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :
·         Perputaran Piutang = Penjualan  ¸  Rata-rata Piutang
·         ADCR= Jumlah hari dalam satu tahun  ¸  Perputaran Piutang
·         Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan ¸ Rata-rata Persediaan
·         ADCI = Jumlah hari dalam satu tahun  ¸  Perputaran Persediaan


2.2.2. Rasio Solvabilitas
            Solvabilitas suatu perusahaan/koperasi menunjukkan kemampuan perusahaan/ koperasi untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya bila perusahaan/koperasi tersebut dibubarkan. Dalam hal ini, persoalannya adalah bila perusahaan/koperasi tersebut dibubarkan, apakah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan/koperasi tersebut cukup untuk menutup semua utang-utangnya (baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang).
Adapun rasio yang sering digunakan untuk mengetahui solvabilitas suatu perusahaan/koperasi adalah :
·         Total Debt to Equity Ratio               = (Total Utang  ¸  Modal Sendiri) x 100%
·         Long-term Debt to Equity Ratio = (Utang Jk. Panjang ¸ Modal Sendiri) x 100%
·         Total Debt to Total Assets Ratio = (Total Utang  ¸  Total Aset) x 100%

2.2.3. Rentabilitas
            Rentabilitas suatu perusahaan/koperasi menunjukkan kemampuan perusahaan/koperasi tersebut untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan/koperasi ada bermacam-macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan dibandingkan. Pada dasarnya cara untuk menilai rentabilitas dapat dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu :
1)      Rentabilitas Ekonomi.
Rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase.
Adapun rumus yang digunakan adalah :
·         Net Return on Investment      = (EAT  ¸  Operating Assets) x 100%
Dimana :
EAT = Laba Setelah Pajak.
Dalam hal ini, faktor-faktor yang mempengaruhi rentabilitas ekonomi adalah :
·         Profit Margin  = (Net Operating Income  ¸  Net Sales) x 100%
·         Operating Assets Turnover     = Net Sales  ¸  Operating Assets
2)      Rentabilitas Modal Sendiri (Rentabilitas Usaha).
Rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak (EAT) dengan jumlah modal sendiri   yang menghasilkan laba tersebut di lain pihak. Adapun rasio yang sering digunakan adalah:
·         Return On Equity       = EAT ¸ Modal Sendiri


sumber : http://kamissore.blogspot.com/2009/02/mengenal-pengertian-analisa-fungsi.html

Kamis, 07 Juni 2012

SoftSkill

every child born from the womb of the mother. when he was born, since that's when he has the nature of the socialization and the first is that he socialized with his family. a child can communicate with the family as well teach it. but if the family does not have a good way to socialize, then the child is also difficult to communicate with their surroundings. as the saying goes, "the fruit does not fall far from the tree."